
Destinasi Hijau Bertema Oasis Siap Jadi Daya Tarik Baru Dubai
Destinasi Hijau Bertema Oasis Yang Di Rancang Tidak Hanya Sebagai Objek Wisata, Tetapi Juga Sebagai Representasi Komitmen kota terhadap pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Proyek ini resmi di umumkan oleh His Highness Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden, Perdana Menteri Uni Emirat Arab, serta Penguasa Dubai. Al Layan Oasis akan dibangun di kawasan Al Marmoom Desert, sekitar 50 menit berkendara dari pusat kota Dubai. Dengan luas mencapai lebih dari satu juta meter persegi, destinasi ini mengusung konsep hijau dan ekologis yang unik—mengubah lanskap gurun menjadi area yang ramah lingkungan dan ramah pengunjung.
Komponen Utama Dan Fasilitas Destinasi Hijau Oasis
Di jantung Al Layan Oasis akan berdiri sebuah danau buatan raksasa seluas lebih dari 250.000 meter persegi yang di rancang untuk menjadi pusat visual dan atmosfer proyek tersebut. Danau ini tidak hanya berfungsi sebagai estetika visual, tetapi juga membantu menciptakan mikroiklim yang sejuk dan menarik beragam flora dan fauna — sebuah oasis nyata di tengah gurun.
Destinasi ini akan di bagi menjadi empat zona utama, masing-masing menawarkan pengalaman berbeda namun saling melengkapi:
- Gathering Oasis – Area komunitas yang di lengkapi dengan bioskop terbuka, amfiteater, plaza dengan food truck, dan ruang acara lainnya. Dirancang untuk menjadi pusat kegiatan sosial dan hiburan.
- Family Oasis – Ruang ramah keluarga yang menyediakan area istirahat, taman bermain anak. Dan tempat bersantai bagi seluruh anggota keluarga.
- Camping Oasis – Zona khusus untuk kegiatan luar ruang seperti perkemahan dan caravan park yang bisa menampung hingga 100 caravan. Lengkap dengan pusat pendidikan lingkungan yang mendukung pengalaman edukatif.
- Recreation Oasis – Area yang menggabungkan fasilitas rekreasi, ritel, serta layanan pendukung lainnya untuk melengkapi pengalaman pengunjung sambil menjaga nuansa alami dan hijau lokasi tersebut.
Selain itu, Al Layan Oasis di rencanakan memiliki 14 kilometer jalur pejalan kaki dan siklus, termasuk jalur elevasi yang mencapai lima meter di atas permukaan tanah. Jalur ini akan memberikan pengunjung pemandangan panoramik oasis sekaligus menyambungkan ke jalur yang sudah ada di kawasan Al Marmoom.
Prioritas pada Keberlanjutan dan Ekowisata
Meski berada di tengah gurun, proyek ini menempatkan sustainabilitas sebagai fondasi utama perencanaannya. Dubai Municipality, yang bertanggung jawab atas proyek ini, menegaskan bahwa pengembangan Al Layan Oasis selaras dengan beberapa strategi lingkungan dan pembangunan kota. Termasuk Dubai Quality of Life Strategy 2033 serta Dubai 2040 Urban Master Plan.
Sebagai bagian dari Blue and Green Roadmap 2030. Proyek ini di harapkan dapat memperluas ruang hijau Dubai sekaligus menyeimbangkan pembangunan pariwisata dengan pelestarian lingkungan. Inisiatif ini mencakup program penanaman lebih dari 1,5 juta pohon dalam lima tahun ke depan. Pembukaan lebih dari 120 taman baru serta peningkatan area publik hijau yang menyeluruh di seluruh emirate.
Daya Tarik Wisata dan Dampak Sosial
Al Layan Oasis di perkirakan akan menyambut sekitar 330.000 pengunjung setiap tahunnya. Target ini mencerminkan optimisme Dubai dalam menjadikan destinasi ini bukan hanya tujuan lokal. Tetapi juga salah satu ikon ekowisata yang menarik minat wisatawan internasional.
Bukan sekadar ruang wisata, oasis ini di rancang sebagai ruang sosial yang inklusif, mengakomodasi aktivitas keluarga, komunitas, edukasi, hingga event budaya. Fasilitas yang di tawarkan membantu mendukung tumbuhnya interaksi sosial. Sekaligus mendorong gaya hidup sehat melalui ruang terbuka dan jalur pejalan kaki yang aman.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Mengembangkan ruang hijau besar di tengah gurun tentu bukan tanpa tantangan. Faktor iklim ekstrem, kebutuhan air. Serta perlunya menjaga ekosistem gurun asli adalah beberapa hal yang harus di jembatani secara hati-hati. Namun, komitmen Dubai dalam memadukan teknologi modern dengan prinsip keberlanjutan memberi harapan. Bahwa proyek ini bisa menjadi model baru bagi pariwisata berwawasan lingkungan di kawasan Arab maupun global.